AS Ngamuk, Terungkap Skenario Gagalkan Divestasi Saham Freeport

Proses flotasi atau pengapungan mineral tambang, seperti tembaga, emas, dan perak. - Foto/KOMPAS

Viral 12 Jam - Pemerintah Indonesia lewat PT Inalum berhasil mengambil alih saham mayoritas PT Freeport Indonesia. BUMN itu saat ini mempunyai 51 % saham di PTFI. Namun perjalanan panjang divestasi saham PTFI tak mudah dan banyak pihak yang tak berkenan dengan hal tersebut.

Guru Besar Fakultas Ekonomi Bisnis, Universitas Indonesia (UI) Rhenald Kasali membongkar bermacam skenario dan intrik demi menggagalan akuisisi saham Freeport itu.

Viral : Ma'ruf Puji Jokowi Soal Pemilikan Saham Mayoritas Freeport

Ia menuturkan, banyak pihak mengatakan bahwa Freeport memang sudah saatnya beralih ke pangkuan Indonesia lantaran kontraknya bakal habis 2021. Namun di mata Rhenald, pemimpin sebelumnya tak ada yang bersikap tegas untuk merebut Freeport dari tangan asing.

"Ide itu murah karena tak berisiko apa-apa, tetapi implementasi itu mahal karena yang menjalankan akan babak belur," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (22/12). Ia juga menambahkan, pihak yang berada di luar lingkaran pengambil kebijakan akan menganggap merebut Freeport adalah hal mudah.

Viral : Tak Tergantikan, Freeport Tetap Jadi Pengelola Tambang

"Amerika marah besar bahkan sempat kirim pasukan yang merapat di Australia. Namanya juga negara adikuasa. Pakai psy war adalah hal biasa dalam mengawal kepentingannya," bebernya.

Ditambah lagi gejolak kelompok bersenjata yang menembaki warga sipil di sekitar area tambang Freeport. Hal itu mulai terjadi usai negosiasi peralihan saham menemui kesepakatan.

"Maka jangan heran pemimpin-pemimpin yang dulu selalu memundurkan action karena kurang berani atau mereka kurang pandai bertempur, kurang gigih," ujarnya.

Viral : Saham 51 Persen Lunas, Freeport Ganti Status

Ada pula yang menyebut bahwa pembelian 51 % saham Freeport karena menganggap perusahaan itu memang milik Indonesia. Padahal menurut Rhenald, yang dipunyai Indonesia hanyalah kekayaan alam meliputi tanah, tambang emas, tembaga, dan sebagainya.

Sementara Freeport adalah perusahaan yang mengelola kekayaan alam itu. PTFI pun tetap membayar pajak serta royalti, bahkan salah satu penyumbang pajak terbesar. "PT ini bukan milik kita. Itu dibawa asing ke tanah Indonesia dan kalau mereka diusir, pasti aset-asetnya itu diangkut semua keluar," jelasnya./tribun

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite