Era Jokowi, Inflasi Pangan Catat Rekor Terendah 1,26 Persen

Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi yang hadir sebagai narasumber bersama perwakilan Perum Bulog dan PT Tjipinang Food Station pada acara Bincang Asyik Pertanian Indonesia (BAKPIA) di Pusat Informasi Agribisnis (PIA), Jakarta, Jum’at (28/12). - Foto/Kementan

Viral 12 Jam - Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat inflasi dan andil kelompok pengeluaran bahan makanan dalam empat tahun terakhir mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Tahun 2017 adalah tingkat inflasi terendah sepanjang sejarah yaitu 1,26%. Sementara andil pengeluaran bahan makanan pada inflasi di tahun yang sama jadi terendah sepanjang 2014-2018, yaitu 0,26%.

Menurut Kepala Badan Ketahanan Pangan Agung Hendriadi, usaha yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) dalam mengendalikan inflasi pangan bisa dilihat dari tiga aspek, ketersediaan, distribusi, dan ketermanfaatan.

Viral : Akses Pariwisata Digas, Jokowi Resmikan Bandara Morowali

Aspek ketersediaan pangan dilakukan lewat peningkatan produksi pangan, menjaga luas tanam bulanan berdasarkan kebutuhan, dan mendekatkan pusat produksi kepada konsumen.

Aspek distribusi pangan, Kementan berusaha menjaga pasokan dan harga pangan. Salah satu inovasi Kementan di tahun ini adalah mendorong kemudahan distribusi pangan dan efisiensi tata niaga dengan mengembangkan e-commerce Toko Tani Indonesia (TTI).

Agung juga mengatakan bahwa tata niaga pangan yang panjang mengakibatkan harga menjadi mahal karena terakumulasi dari marjin laba pelaku di rantai pasok.

Viral : Ma'ruf Puji Jokowi Soal Pemilikan Saham Mayoritas Freeport

Belum menginjak setahun, jangkauan TTI di wilayah Jabodetabek berkembang pesat. Tercatat ada 291 Gapoktan dan 1.140 TTI ikut dalam e-commerce, dengan transaksi penjualan hingga Rp 8,60 Milyar.

Sementara aspek pemanfaatan pangan, ia menyebut Kementan menjalankan program untuk mengendalikan pola konsumsi warga dengan menjaga ketersediaan dan kebutuhan pangan.

Viral : Semangat Pramuka, Buwas Ingin Lawan Mafia Pangan

“Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan komitmen Kementan untuk mendekatkan pusat produksi pangan ke konsumen melalui penyediaan pangan yang cukup, beragam, dan bergizi seimbang bagi masyarakat,” beber Agung.

Pada 2018 ini, telah dikembangkan 2.300 KRPL dengan 1.000 di antaranya adalah "desa stunting". Pada 2019 nanti, KRPL bakal dilaksanakan di 1.600 desa stunting pada 160 kabupaten di seluruh Indonesia./tribun

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite