Saham 51 Persen Lunas, Freeport Ganti Status

Ilustrasi - Foto/PT Freeport Indonesia

Viral 12 Jam - Setelah sekian lama, akhirnya PT Freeport Indonesia resmi merubah statusnya dari Kontrak Karya (KK) menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK). Pergantian status ini seiring dengan pengambilalihan saham mayoritas Freeport yang dilakukan PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum).

Penyerahan IUPK sendiri dilakukan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Bambang Gatot Ariyono kepada Direktur Utama PT Freeport Indonesia disaksikan oleh Sekretaris Jenderal Kementerian ESDM Ego Syahrial, Deputi Kementerian BUMN Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media Fajar Harry Sampurno, Direktur Utama Inalum Budi G. Sadikin dan CEO FCX Richard Adkerson dan Direktur Utama PTFI Tony Wenas di kantor Kementerian ESDM, Jakarta Pusat.

Viral : Sri Mulyani Yakin Indonesia Mampu Bayar Utang

"Pada hari ini, kami telah selelsaikan proses panjang perubahan KK Freepprt menjadi IUPK, telah selesai ditandatangani oleh Menteri ESDM. Semuanya telah diselesaikan, tinggal nantinya Inalum melanjutkan apa yang sudah kami berikan melalui IUPK," kata Gatot dalam konferensi pers di Kementerian ESDM, Jumat (21/12).

IUPK adalah pengganti status Kontrak Karya (KK) yang sudah dijalankan Freeport Indonesia sejak beroperasi pada 1967 dan diperbaharui pada 1991 dengan masa berlaku sampai 2021.

Viral : Grab Optimis Jadi Decacorn Pertama di ASEAN

Dengan dikeluarkannya IUPK tersebut, maka Freeport akan mendapat kepastian hukum dan kepastian berusaha dengan mengantongi perpanjangan masa operasi 2 x 10 tahun hingga 2041, dan mendapatkan jaminan fiskal serta regulasi. PTFI pun akan membangun pabrik peleburan (smelter) dalam jangka waktu lima tahun.

Pengalihan saham ini, perusahaan Inalum sudah membayar USD 3.85 miliar atau setara Rp 56 triliun kepada Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, untuk melunasi sebagian saham FCX dan hak partisipasi Rio Tinto di Freeport Indonesia sehingga kepemilikan Inalum meningkat dari 9,36 persen menjadi 51,23 persen.

Viral : Go-Jek Gandeng Honda vs Duet Grab-Yamaha

Kepemilikan 51,23 persen itu nantinya akan terdiri dari 41.23 persen untuk Inalum dan 10 persen untuk Pemda Papua. Saham Pemda Papua akan dikelola perusahaan khusus, PT Indonesia Papua Metal dan Mineral (IPPM) yang 60 persen sahamnya akan dimiliki oleh Inalum dan 40 persen oleh BUMD Papua.

Sumber

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite