Baekhyun Kecam Penjual Informasi Pribadi EXO

Baekhyun EXO. - Foto/Soompi

Viral 12 Jam - Salah satu masalah yang dihadapi oleh bintang idola K-pop adalah melindungi privasi dari para penggemar yang obsesif atau biasa disebut sasaeng.

Sasaeng nekat mengejar para idola dalam setiap kesempatan. Mengejar idola sampai di bandara, menelepon ke nomor pribadi, berkemah di depan rumah atau apartemen idola, bahkan ada yang mencoba masuk ke kamar hotel.

Berdasarkan kabar yang beredar, ternyata banyak akun media sosial yang terang-terangan menawarkan alamat, nomor pelat mobil, nomor penerbangan, nomor telepon, sampai kamar hotel artis.

Baca juga: BTS, EXO, TWICE Meriahkan KBS Gayo Daechukje 2018

Terbaru, seorang member EXO, Baekhyun menanggapi langsung sebuah penawaran tersebut di media sosial.
"Saya menjual informasi tentang EXO," cuit sebuah akun Twitter.

Soompi mengabarkan, yang ditawarkan adalah alamat dan nama-nama restoran serta bar favorit para personil EXO. Baekhyun pun menggunakan akun miliknya untuk mengomentari twit itu. "Apakah menjual informasi tentang orang lain itu tindakan benar?" tulisnya, Sabtu (5/1).

Baca juga: Antara Krystal f(x), Kai EXO dan Jennie Blackpink, Berhubungan?

Ketika balasan Baekhyun EXO mendapat perhatian, twit penjual informasi tersebut kemudian dihapus.

Dalam sebuah acara radio bertajuk "Kim Hyun Jung's News Show", kritikus budaya Kim Sung Soo menyebut agensi para idola K-pop kesulitan mengambil langkah hukum terhadap para penjual informasi seperti itu.

"Jika menangkap penjual, maka pembeli juga menjadi kriminal. Namun, pembeli itu dianggap sebagai 'penggemar.' Langkah hukum yang terlalu keras bisa menimbulkan dampak di luar perkiraan agensi," jelasnya.

Baca juga: Hina V BTS dkk, Presenter Yunani Akhirnya Minta Maaf

"Masa promosi untuk idola cukup singkat. Jika kontraknya tujuh tahun, maka agensi berinvestasi selama empat tahun dan menuai hasilnya selama tiga tahun. Bagi agensi, ini tidak sepadan dengan risikonya," imbuh Kim.

Ia melanjutkan, awalnya para agensi-lah yang pertama membuka potensi kebocoran informasi. Seperti dengan mengumumkan bahwa idola tertentu bakal ada di konser ini atau televisi ini.

"Orang-orang bisa saja menjadikan itu sebagai alasan bahwa pihak yang membuat fandom berubah dari korban menjadi kriminal adalah agensi idol mereka sendiri," terangnya.

Akan tetapi, menurut dia tetap diperlukan respon tegas lantaran penjualan informasi pribadi bisa merugikan emosi dan materi./kompas

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite