Eks Komite Normalisasi: Ketum PSSI Harus Punya Nyali

Foto: bola.com

Viral 12 Jam - Wali Kota Surakarta yang pernah menjadi anggota Komite Normalisasi, FX Hadi Rudyatmo, turut berkomentar terkait perubahan pimpinan tertinggi PSSI setelah kongres tahunan PSSI di Bali, Minggu (20/1/2019).

Joko Driyono secara mengejutkan naik jabatan menjadi Plt. Ketua Umum PSSI menggantikan Edy Rahmayadi yang telah mengundurkan diri.

Hadi sepakat atas naiknya Joko Driyono sebagai Ketum PSSI. Ia menilai alangkah baiknya Jokdri tetap memimpin hingga masa periode habis atau pada 2020.

Baca juga: Jadi Ketum PSSI, Netizen Desak Jokdri Mundur

Posisi Jokdri bisa digantikan apabila 3/4 voters sepakat menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) guna memilih ketua umum yang baru, sebelum berakhirnya masa periode pada 2020 nanti.
"Sah-sah saja ada KLB. Namun, kalau sudah ada itikad baik dari Pak Edy dan Ketum sudah diserahkan ke Pak Joko, menurut saya ya diselesaikan saja dulu sampai 2020," ungkapnya, Selasa (22/1/2019).

Rudy sendiri mempunyai persyaratan wajib bagi Ketua Umum PSSI. Tak terkecuali Jokdri, dirinya ingin agar Ketum PSSI berani mengubah kondisi PSSI lebih baik. Ia pun mengakui sistem di PSSI memang harus dibenahi.

Baca juga: Edy Rahmayadi Resmi Lepas Jabatan Ketum PSSI

"Ketua PSSI itu harus punya nyali, termasuk bersih-bersih orang yang merusak organisasi. Kalau tidak punya nyali, ya jangan jadi ketua. Selain itu wajib membawa Timnas Indonesia berprestasi," tambah Rudy.

"Agenda Timnas sudah menanti di depan, seperti AFF U-22 dan SEA Games, serta harus ada target juara. Kalau tidak ya jangan jadi Ketua Umum PSSI, ganti saja dengan lainnya," tegasnya./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite