Harlah ke-93: Predikat Tradisional dan Eksistensi NU

Foto: Istimewa

Viral 12 Jam - Pada 31 Januari 2019, Nahdlatul Ulama memasuki usia 93 tahun. Hampir seabad, eksistensi NU terus menemukan aktualitasnya. Kontribusinya terhadap bangsa Indonesia tidak perlu diragukan lagi.

Menurut Ketua Pengurus Harian PBNU, Robikin Emhas, ada sejumlah resep bagaimana NU bisa eksis hingga saat ini dan menjadi ormas Islam terbesar di tanah air. Menurutnya, NU lahir salah satu semangatnya adalah mempertahankan tradisi dan khazanah budaya yang menopang ajaran dan syi’ar agama.

Baca: Jokowi Hadiri Harlah Muslimat NU ke-73 di SUGBK
Sepanjang tradisi, budaya dan adat istiadat yang ada tidak bertabrakkan dengan syariat Islam. Pasalnya agama kering tanpa budaya. “Kaidah fikihnya al-muhafadzah ‘alal-qadim al-shalih wal-akhdzu bil-jadid al-ashlah. Melestarikan nilai-nilai lama yang baik dan menerapkan nilai-nilai baru yang lebih baik,” beber Emhas saat tanya jawab wartawan tentang Harlah ke-93 NU di Jakarta, Rabu (30/1/2019).

Semangat itulah pada dekade 80-an oleh Deliar Noer dikategorikan sebagai gerakan kelompok tradisional.

Baca: Refleksi Akhir Tahun, NU Kalbar Gelar Haul Gus Dur ke-9

“Kalau mau objektif, predikat tradisional yang melekat inilah sebenarnya yang membuat eksistensi NU terus menemukan aktualitasnya. Bagi NU kemajuan sebuah peradaban penting. Tetapi tetap mengakarnya peradaban pada nilai-nilai tradisi yang lestari, menjadi hal yang jauh lebih penting,” paparnya.

Dalam kehidupan bernegara, sebagai organisasi NU mempunyai dua tanggung jawab sekaligus. Pertama adalah tanggung jawab keagamaan (mas’uliyah diniyah) dan kedua tanggung jawab kebangsaan (mas’uliyah wathaniyah).

Untuk tanggung jawab keagamaan NU adalah bagaimana tetap mengembangkan paham keagaamaan ala ahlussunnah wal jamaah yang terkenal dengan prinsip moderasi dan wasathiyah itu.
Baca: Dubes Arab Saudi Bertamu ke Kantor PBNU

Sementara tangggung jawab kebangsaan NU adalah menjalankan komitmen kebangsaan dan kenegaraan dalam bingkai NKRI.

“Dari dulu NU selalu konsisten menjalankan dua peran ini baik diminta atau tidak oleh negara. Karena itu NU tidak pernah sekalipun punya catatan makar terhadap negara,” jelasnya.

Terkait kondisi saat ini di Indonesia, NU melihat mulai hilangnya semangat nasionalisme dari generasi muda. Karena itulah, NU merasa perlu mendorong negara untuk bangkit menumbuhkan kecintaan pada tanah air dan bangsa./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite