Jubir Prabowo-Sandi: Pelanggaran HAM di Era Jokowi Lebih Tragis

Juru bicara pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak di Polda Metro Jaya, Jumat (26/10/2018). Foto/TEMPO

Viral 12 Jam - Jubir Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, pelanggaran HAM di masa pemerintahan Joko Widodo lebih buruk ketimbang yang dituduhkan kepada Prabowo.

Dia merujuk kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang sampai saat ini belum terungkap.
"Bukan hanya pelanggaran HAM terhadap masyarakat biasa, bahkan yang terjadi di era Pak Jokowi itu adalah pelanggaran HAM terhadap aparatur hukum. Ini menurut saya lebih tragis," beber Dahnil di kawasan Meruya Selatan, Jakarta Barat, Kamis malam (3/1/2019).

Ia optimistis Prabowo-Sandi mempunyai banyak bahan untuk mengkritik Jokowi terkait penegakan HAM di debat pertama pemilihan presiden 2019 yang bakal digelar 17 Januari mendatang. Menurutnya, kasus Novel akan jadi perhatian Prabowo-Sandi.

Viral : Hoaks Surat Suara, Timses Jokowi-Ma'ruf Laporkan Andi Arief?

Seperti diketahui, Novel diserang oleh orang tak dikenal pada April 2017 silam. Mata Novel rusak karena disiram air keras oleh penyerang tersebut. Namun, nyaris dua tahun sang pelaku penyerangan Novel belum juga tertangkap. Sementara Jokowi bergeming terhadap tuntutan dibentuknya tim gabungan pencari fakta kasus Novel.

Dahnil menyebut, Prabowo dan Sandiaga bakal membentuk TGPF untuk mengusut kasus itu apabila memenangi Pilpres 2019. Menurutnya, Prabowo-Sandi berkomitmen membongkar pelaku, aktor, dan motif penyerangan Novel.

Viral : Tes Baca Al Qur'an? Sandiaga Uno: No Problemo

Selain itu, Dahnil mengungkapkan contoh lain pelanggaran HAM di masa Jokowi. Dua di antaranya adalah pembangunan pabrik semen yang kontra para petani Kendeng dan konflik lahan antara pengembang dengan petani Karawang.

Ia menilai isu-isu itu mampu menjawab isu pelanggaran HAM yang kerap dituduhkan kepada Prabowo. Dahnil pun berdalih, isu pelanggaran HAM masa lalu yang diarahkan kepada eks Komandan Jenderal Kopassus itu bersifat politis.

Viral : Potong Leher La Nyalla Jika Prabowo Menang di Madura

"Beliau tidak pernah diadili, sudah menyatakan tidak terlibat apa pun, dan jangan lupa beliau adalah pimpinan militer pada saat itu, militer ada pada posisi komando. Dan pemerintahan-pemerintahan sebelumnya juga tidak pernah menyediakan pengadilan," ujarnya./tempo

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite