Kreator Konten Hoaks Surat Suara 7 Kontainer Ditangkap

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo ketika konferensi pers, di Maves Polri, Jaksel, pada Senin (31/12/2018) - Foto/Tempo

Viral 12 Jam - Polisi akhirnya menangkap terduga pembuat konten atau kreator berita bohong/hoaks surat suara tercoblos dalam 7 kontainer.

"Ya sudah diamankan satu orang di Bekasi, dan saat ini dalam pemeriksaan oleh tim di Bareskrim Polri," ungkap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo ketika dikonfirmasi, Selasa (8/12019).

Namun, Dedi belum mau menerangkan secara rinci inisial kreator hoaks surat suara itu. Menurutnya, identitas pembuat konten tersebut segera dirilis setelah pemeriksaan.

Baca juga: Hoaks Surat Suara, Satu Orang Lagi Diamankan Polisi
Perkara hoaks surat suara ini bermula dari kabar adanya 7 kontainer surat suara yang telah dicoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemudian mengecek isu tersebut dan tak menemukan 7 kontainer yang dimaksud. KPU menyebut berita itu bohong.

Sejumlah orang lalu melaporkan kasus ini ke Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. Aparat mengklaim sudah mengidentifikasi kreator hoaks surat suara itu.

Hoaks surat suara ini tersebar lewat pesan suara. Kemudian, gambar dan teks tertulis pun ikut tersebar di berbagai media sosial.

Baca juga: Hoaks Surat Suara, Timses Jokowi-Ma'ruf Laporkan Andi Arief?

Dedi mengaku, polisi memang mengincar pembuat konten dan pendengung (buzzer) atau penyebar aktif konten itu. Kreator disebut paling bertanggung jawab atas hoaks tersebut. Sementara buzzer punya tugas memviralkan isu pertama kali.

"Fokus utama dari tim siber ini adalah kreator sama buzzer-nya," jelasnya. Kreator dan buzzer bakal dikenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Total sudah ada empat tersangka dalam kasus ini. Sedang tiga orang sebelumnya telah ditangkap di sejumlah daerah, yakni HY di Bogor, LS di Balikpapan dan J di Brebes. Namun, ketiganya hanya penyebar aktif, dan tidak dilakukan penahanan.

Ketiganya dijerat Pasal 15 UU nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman di bawah 5 tahun penjara./tempo

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite