Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Hoaks Surat Suara

Petugas KPU menunjukkan contoh surat suara Pemilu 2019 di Kantor KPU, Jakarta Pusat, Senin (10/12/2018). - Foto/Tribun

Viral 12 Jam - Polisi akhirnya menetapkan dua tersangka terkait hoaks 7 kointainer berisi surat suara yang sudah dicoblos.

Aparat terus melakukan penyidikan terkait kasus hoaks yang menyudutkan capres dan cawapres no urut satu ini. Puncaknya, dua orang diamankan menjadi tersangka.

Kedua tersangka itu berinisial HY dan LS, yang diduga berperan sebagai penyebar informasi tersebut. Hal itu dikatakan oleh Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Polri, Kombes Pol Syahar Diantono, mengutip dari Kompas.

Baca juga: Hoaks Surat Suara, Timses Jokowi-Ma'ruf Laporkan Andi Arief?
“Jadi itu kan ada dua, LS dan HY." ujarnya. "Dalam proses pemeriksaan tadi malam sudah selesai dilakukan pemeriksaan dan sudah dipulangkan, sudah tersangka,” kata Syahar di Jakarta Pusat, Sabtu (5/1/2019).

Kedua tersangka, HY dan LS tak ditahan karena disangkakan dengan ancaman di bawah 5 tahun. Keduanya terkena Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana Barang.

Baca juga: Ruhut: Harga BBM Turun, Prabowo-Sandi Semakin Pening

Pasal 15, berbunyi, “Siapa menyiarkan kabar yang tidak pasti atau kabar yang berkelebihan atau yang tidak lengkap, sedangkan ia mengerti setidak-tidaknya patut dapat menduga, bahwa kabar demikian akan atau mudah dapat menerbitkan keonaran dikalangan rakyat, dihukum dengan hukuman penjara setinggi tingginya dua tahun."

“Karena memang salah satu pasal itu ancaman hukumannya di bawah 5 tahun,” imbuh Syahar.

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyrakat Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, kedua tersangka diamankan di tempat yang berbeda. Untuk HY ditangkap di Bogor sedangkan LS di Balikpapan.

Baca juga: Jubir Prabowo-Sandi: Pelanggaran HAM di Era Jokowi Lebih Tragis

Ia menjelaskan bahwa keduanya berperan menerima konten lalu turut memviralkan hoaks tersebut. “Dua orang ini yang ter-mapping oleh tim siber yang aktif memviralkan, baik ke media sosial maupun ke WA grup." jelas Dedi.

"WA grup ini satu di antaranya juga ada bukti yang diserahkan oleh ketua KPU,” ujarnya, mengutip Kompas.com./tribun

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite