Pulihkan Pariwisata Selat Sunda, 23 Kegiatan Disiapkan Kemenpar

Foto: Okezone

Viral 12 Jam - Untuk memulihkan sektor pariwisata di daerah yang terdampak maupun tak terdampak bencana Tsunami Selat Sunda, Kemenpar telah menyiapkan 23 kegiatan yang akan dilakukan di dalam negeri dan mancanegara.

“Kita menyiapkan sejumlah aksi dalam mendukung strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terkena dampak Tsunami Selat Sunda yang terbagi dalam 23 kegiatan,” beber Adella Raung Asdep, Pengembangan Pemasaran I Regional II Kemenpar dalam siaran pers seperti dikutip Okezone, Kamis (10/1/2019).
Baca juga: Wonderful Indonesia, Kopi dan Makanan Nusantara Ala Batavia Cafe

Adella menerangkan, fokus pemulihan pada destinasi tak terkena tsunami di Banten dan Lampung Selatan itu adalah usaha menumbuhkan kepercayaan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara supaya berkunjung ke pesisir Pantai Selat Sunda.

“Kami akan menggunakan strategi BAS (Branding, Advertising, dan Selling). Di antaranya melakukan Branding #ExcitingBanten #TheTreasureOfSumatra, Advertising di seluruh platform media serta merchandise (bahwa tidak semua area Banten dan Lampung terdampak), serta selling di event pariwisata, famtrip, dan roadshow penjualan pariwisata,” ujarnya.

Baca juga: Pasca Tsunami, Pariwisata di KEK Tanjung Lesung Mulai Pulih

Sementara Sekjen PHRI Kosmian Pudjiadi mengatakan, strategi promosi destinasi pariwisata yang tidak terdampak tsunami akan mempercepat pemulihan pariwisata Banten.
“Anyer sebagai destinasi yang tidak terkena dampak harus gencar dipromosikan kembali untuk mempulihkan kepercayaan wisatawan terhadap pariwisata pantai di Banten,” kata Kosmian.

Hal senada pun diutarakan Kepala Dinas Pariwisata Banten Neng Nurcahyati dan Kadis Pariwisata Lampung Budi Harto, bahwa Carita dan Anyer adalah ikon wisata Banten yang harus segera pulih kembali.

Baca juga: Akses Pariwisata Digas, Jokowi Resmikan Bandara Morowali

Dalam upaya mempercepat pemulihan ini, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menerangkan, kepeceryaan kepada wisatawan harus ditingkatkan seperti dengan memberikan informasi mitigasi bencana lebih cepat dan akurat.

“Dalam upaya memberikan informasi yang cepat dan akurat BMKG telah memang early warning water level di perairan Banten dan Lampung Selatan, memasang 4 alat simograf di sekitar Gunung Krakatau, serta radar di pesisir pantai. Peralatan modern ini akan memberikan informasi lebih cepat dan akurat untuk disampaikan kepada masyarakat maupun industri pariwisata,” terangnya./okezone

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite