Ribuan Data Penduduk Lampung Usia 23+ Diblokir

E-KTP - Foto/Tribunnewsbogor

Viral 12 Jam - Pemerintah mengambil tindakan tegas kepada warga wajib e-KTP yang belum merekam data kartu tanda penduduk elektronik.

Sebanyak 537 ribu data kependudukan warga Lampung telah diblokir. Tindakan pemblokiran ini menindaklanjuti peringatan Dirjen Dukcapil Kemendagri. November tahun lalu, pemerintah mengingatkan warga supaya segera merekam data e-KTP.

Apabila hingga 31 Desember 2018 belum juga melakukan perekaman, otomatis data kependudukan bakal dinonaktifkan.

Baca juga: Pakai Kotak Suara Kardus, KPU Hemat Anggaran 70 Persen

"Sebanyak 537 ribu warga dinonaktifkan dulu data kependudukannya. Jumlah itu sudah berkurang dari data per November 2018, yaitu 550 ribu warga yang belum melakukan perekaman," ujar Kepala Dinas Dukcapil Lampung, Achmad Saefullah, Senin (7/1/2019).
Pihaknya tak bisa membeberkan data warga yang belum melakukan perekaman e-KTP secara rinci per kabupaten/kota. Namun, sesuai peringatan pemerintah, warga yang diblokir data kependudukannya adalah warga yang berusia 23 tahun ke atas.

Baca juga: KPU Beri Bocoran Debat, Sandi: Bukan Lomba Menghapal

Tujuan penonaktifan data kependudukan itu sendiri di antaranya untuk mewujudkan data kependudukan yang akurat dalam Pemilu 2019.

"Data itu bisa berubah cepat. Ada kemungkinan yang baru berusia 17 tahun pada tahun ini (2019) dan tahun lalu (2018) belum merekam, akan merekam pada awal tahun ini. Makanya, tidak dirinci per kabupaten/kota," terangnya.

Dengan diblokirnya data kependudukan, ungkap Achmad, warga tidak bisa mengurus beberapa keperluan.

Baca juga: Walikota Makassar Janjikan Kemenangan Jokowi di Wilayahnya

Seperti membuat rekening bank, Surat Izin Mengemudi (SIM), paspor, hingga kartu Jaminan Kesehatan Nasional di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial.

Meskipun demikian, data kependudukan bisa aktif kembali jika warga merekam data e-KTP. Karena itu, warga diminta segera melakukan perekaman di kantor disdukcapil setempat.

"Kalau yang bersangkutan melakukan perekaman, maka akses data kependudukannya bisa diaktifkan lagi. Makanya, segeralah perekaman, apalagi warga berusia 23 tahun ke atas," ujar Achmad.

Baca juga: Tes Baca Al Qur'an? Sandiaga Uno: No Problemo

Mantan kepala Satuan Polisi Pamong Praja Lampung ini menambahkan, upaya sosialisasi kepada warga yang belum merekam data e-KTP terus dilakukan.

Termasuk, program jemput bola ke titik yang diprioritaskan, khususnya ke titik yang banyak pemilih pemulanya.

Seperti sekolah dan pesantren serta lembaga pemasyarakatan dan tempat keramaian lainnya./tribun

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite