Studi: Ditemukan 3 Jejak Gempa Akibat Sesar Aktif Lembang

Ilsutrasi gempa bumi - Foto/Istimewa

Viral 12 Jam - Studi terbaru tentang sesar Lembang belum lama dirilis secara online di jurnal Tectonophysics, 17 Desember 2018.

Peneliti gempa, Mudrik Rahmawan Daryono dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia yang terlibat dalam penelitian menjelaskan studi tentang sesar lembang tersebut.

Sejumlah fakta pun terungkap seperti yang disampaikan Mudrik kepada Kompas.com:

Baca juga: Terjadi Gempa Akibat Letusan Gunung Anak Krakatau

1. Tiga catatan gempa
Sesar Lembang adalah sesar aktif. Disebut aktif apabila ahli bisa membuktikan pernah terjadi gempa bumi dalam kurun waktu saat ini hingga 11.000 tahun silam.

Mudrik dan tim mendapat tiga jejak gempa yang diakibatkan oleh sesar Lembang, yaitu pada abad ke-15, 60 SM, dan 19.600 tahun silam.
2. Perubahan bentuk di lapangan
Selain berhasil membuktikan sesar aktif melalui periode, Ia juga menyertakan bukti morfologi lain yang bisa menguatkan bahwa sesar Lembang memang aktif.

Gambaran jelas di lapangan ditunjukkan melalui pergeseran sungai, pemotongan sungai, bukit yang terangkat karena gempa tektonik.

Baca juga: Kepulauan Talaud Sulut Diguncang Gempa 7,1 Magnitudo

3. Pergeseran sungai untuk menemukan slip rate sesar Lembang
Dengan melakukan pengukuran terperinci, Mudrik dan timnya mendapati bahwa ada pergeseran sungai yang terjadi di sekitar kawasan sesar Lembang.

Lalu, dia menemukan pergeseran sungai terbesar 640 meter, medium 120 meter, dan yang terkecil tujuh meter.

Dari data itu, tim dapat mengetahui ukuran batuan yang bergeser. Dihitung dari jarak pergeseran batuan dan umur batuan, tim mendapati slip rate sesar Lembang sebesar 1,95 sampai 3,45 milimeter per tahun.

4. Panjang sesar Lembang
Sesar Lembang panjangnya 29 kilometer. Hal itu diukur dengan rinci oleh Mudrik dkk dari ujung barat hingga ujung timur.

Baca juga: Gempa 6,1 Magnitudo Guncang Manokwari Selatan

Batas ujung barat dimulai dari Padalarang, Ngamprah, Cisarua, daerah Parongpong, Lembang, Gunung Batu, Maribaya, Batu Lonceng, lalu tanda sesar aktif menghilang di sekitar Palintang.

5. Periode berulang dan kekuatan gempa
Data terbaru menampilkan periode ulang sesar Lembang adalah 170 sampai 670 tahun, dengan kekuatan gempa 6,5 sampai 7,0./tribun

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite