Bagaimana Muslim Tionghoa Rayakan Imlek di Indonesia?

Pedagang menunjukkan amplop angpao motif anjing yang dijual di toko pernak-pernik Imlek di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (7/2/2018)./Foto: ANTARA

Viral 12 Jam - Masyarakat Tionghoa biasanya melakukan bermacam tradisi sebelum Imlek sampai Cap Go Meh pada akhir perayaan Imlek.

Tradisi itu mulai dari sembahyang di toapekong yang dilakukan seminggu sebelum Imlek dengan mengadakan sembahyang mengantar kenaikan dewa ke surga, lalu dilanjut dengan sembahyang leluhur.

Sembahyang leluhur biasa dilakukan pada satu hari jelang peringatan Imlek. Tujuannya adalah memberi tahu arwah leluhur bahwa esok adalah hari Imlek dan mereka pun diundang merayakan bersama anak-cucu yang masih hidup di dunia.

Baca: Arti dari Ucapan Imlek "Gong Xi Fa Cai"

Selain itu, acara bersih-bersih rumah pun sebagai simbol kesucian diri dimana dilakukan sebelum mendekati Imlek.

Namun, masyarakat Tionghoa yang tersebar di penjuru dunia tak cuma menganut kepercayaan Konghucu atau Buddha saja. Mereka ada yang sudah pindah keyakinan seperti Kristen, Katolik, juga Islam.
Maka tidak jarang tradisi-tradisi yang kaitannya dengan sembahyang tidak dilakukan lagi ketika Imlek.

Risky Nur Prattama, salah seorang keturunan Tionghoa Muslim mengatakan bahwa tradisi yang dilakukan keluarganya hanyalah sebatas kumpul dan makan bersama.

Baca: Sambut Imlek, Hadir Kejutan Bagi Fans Animasi Kiko di Bekasi

"Dulu ketika masih kecil, ketika Imlek biasanya kumpul bersama keluarga besar dan berbagi angpau. Namun tak melakukan penghidupan dupa dan melakukan tradisi lain. Intinya cuma kumpul," katanya kepada Kompas.com, Senin (4/2/2019).

Seiring berjalannya waktu, tradisi itu mulai tidak dilakukan lagi. Malahan, kumpul bersama ketika Imlek pun jarang dilakukan lagi. Rumah sebagai tempat tinggalnya tak serta merta dihias dengan ornamen merah.

Keturunan etnis Tionghoa yang lain, Tasya juga mengatakan hal serupa. Dia mengungkapkan, momen Imlek identik dengan kumpul bersama keluarga dan makan bareng.

"Kalau keluarga saya ada beraneka macam, ada Kristen, Katolik dan Muslim juga. Mereka berkumpul bersama ketika Imlek dan berbagi angpau," ungkapnya.

Baginya, sebagai Muslim momen kumpul bareng keluarga seperti halnya dilakukan ketika momen Lebaran. "Paling ditunggu-tunggu ya masalah angpau dan makan kue keranjang. Karena angpau hanya diberikan ketika momen Imlek saja," kata Tasya./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite