Jokowi Panggil Bos Pertamina Terkait Dugaan Monopoli Avtur

Ketua PHRI, Hariyadi Sukamdani memberikan penghargaan kepada Presiden Joko Widodo sebagai Bapak Pariwisata Nasional dalam gala dinner HUT PHRI ke-50 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, 11 Februari 2019./Foto: TEMPO

Viral 12 Jam - Presiden Joko Widodo kabarnya akan memanggil bos Pertamina Nicke Widyawati pada Selasa pagi (12/2/2019), mengenai dugaan praktek monopoli penjualan avtur.

"Ini nanti besok pagi saya undang Dirut Pertamina," ujar Jokowi dalam gala dinner HUT Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi ke-50 di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Senin (11/2/2019).
"Berkaitan dengan harga tiket pesawat, saya terus terang juga kaget dan malam ini saya baru tahu dari Pak Chairul Tanjung mengenai avtur. Ternyata avtur yang dijual di Soekarno-Hatta itu dimonopoli oleh Pertamina sendiri," bebernya.

Baca: Harga Pertamax dan Kawan-kawan Turun, Ini Respon Warga

Ia akan memberi dua pilihan kepada Pertamina. Pilihan pertama, Pertamina harus menyamakan harga jual avtur dengan harga yang berlaku di internasional.

Opsi kedua, bila tidak bisa menyamakan harga avtur, ia mengatakan bakal membuka peluang untuk kompetitor supaya terjadi kompetisi harga avtur. "Pilihannya kan hanya itu. Karena memang sangat mengganggu sekali," jelasnya.

Ketua PHRI Hariyadi sebelumnya mengadukan sejumlah masalah yang dialami pelaku usaha perhotelan kepada Presiden. Salah satunya soal kenaikan tarif tiket pesawat, monopoli penjualan avtur, dan kebijakan bagasi berbayar.
Baca: Sneaker Jordan 1 Off-White Chicago Terjual Rp 50 Juta di JSD

Ia menjelaskan, kondisi itu berdampak kepada menurunnya tingkat hunian hotel. Harga tiket pesawat, naik hingga 40 persen. Salah satunya dipicu kebijakan Garuda Indonesia yang telah menghapus tiket promo dari kelas ekonomi V, T, Q, dan memaksimalkan penjualan tiket kelas ekonomi Y yang lebih mahal.

Tak hanya itu, maskapai swasta seperti Lion Air yang menerapkan harga bagasi berbayar pula menjadi salah satu sebab hunian hotel menurun. Menurutnya, kondisi itu telah membentuk kartel karena warga juga turut dirugikan.

Baca: Ma'ruf Amin Akan Ubah Arus Lama Ekonomi Indonesia Jadi Baru

Alasan kedua, lanjut Hariyadi, pihak maskapai menaikkan tarif tiket domestik lantaran harga avtur yang tinggi. Sehingga, harga tiket pesawat ke luar negeri menjadi lebih murah. Akibatnya, warga memilih pergi ke luar negeri dan disusul keluarnya devisa.

Ia menambahkan, penjualan avtur di Bandara-Soekarno Hatta dimonopoli Pertamina. Ia juga meminta pemerintah supaya memberi peluang kepada perusahaan lain untuk menjual avtur demi harga yang lebih kompetitif./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite