Kubu Prabowo Bela Maksimal Ketum PA 212 Usai Jadi Tersangka

Foto: detikcom

Viral 12 Jam - BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno siap membela Ketum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif yang kini jadi tersangka perkara dugaan pelanggaran pemilu.

Pasal yang menjerat Slamet adalah Pasal 280 huruf a sampai j dan Pasal 276 ayat 2 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

"Betul kami panggil sebagai tersangka," ungkap Kapolres Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo, kepada detikcom pada Minggu (10/2/2019).
Slamet menyebut penegakan hukum di tanah air saat ini memprihatinkan. Dia juga khawatir bila rakyat bamaw kehilangan kepercayaan terhadap penyelenggara pemilu.

Baca: Kubu Prabowo Kritik Pernyataan Jokowi Soal Propaganda Rusia

Ia pun mendapat dukungan penuh dari sejumlah elite politik. Salah satunya muncul dari Waketum Gerindra Fadli Zon yang menduga kasus Slamet sebagai upaya pembungkaman kepada oposisi.

"Saya kira kami akan bela habis-habisan tentu saja, karena menurut saya ini tidak perlu. Kalau kita lihat apa yang terjadi ini kan bersifat administratif saja ya. Jangan dikriminalisasi. Banyak juga pelanggaran yang dilakukan paslon 01 (Jokowi-Ma'ruf) tapi tidak ditindaklanjuti," kata Fadli di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/2/2019).

Bantuan hukum pun datang dari PKS. Presiden PKS, Sohibul Iman siap mengutus kuasa hukum dari partai itu untuk membela Slamet.

Baca: Survei Terbaru Puskaptis: Elektabilitas Jokowi-Ma’ruf Unggul Tipis
"PKS akan melakukan bantuan hukum dan akan mengutus lawyer kami, baik yang sudah tergabung dalam BPN Prabowo-Sandi maupun lawyer yang belum bergabung. Kami ingin memberikan pembelaan yang maksimal terhadap Ketua Umum PA 212," ujarnya setelah flash mob di Perlimaan Gorontalo, Senin (11/2).

Lalu Sekjen Gerinda Ahmad Muzani menilai ada usaha penggerusan kepada kubu Prabowo-Sandi yang mulai terang-terangan. Ia menyebut hukum tidak ditegakkan secara adil sebab laporan yang dibuat pihaknya sering tidak ditindaklanjuti.

Baca: Kubu Prabowo Heran Banyak Kepala Daerah Dukung Jokowi

Hal serupa diungkapkan juru bicara Direktorat Advokasi BPN, Habiburokhman. Dia menyebut penetapan tersangka Slamet janggal. "Penetapan Ustaz Slamet juga janggal karena beliau dituduh kampanye padahal tidak mengajak memilih serta tidak menyampaikan visi misi program dan citra diri peserta pemilu," ujarnya kepada detikcom, Senin (11/2/2019).

Dukungan juga datang dari rekan seperjuangan Slamet di PA 212. Serta Ketua GNPF-U, Yusuf Martak menyebut Slamet seolah menjadi target dari pihak-pihak yang tak sejalan./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite