DOWNLOAD Viral 12 APK Gratis

Pengawal Revolusi Tewas, Iran: Pakistan Akan Mendapat Balasan

Kepala Pengawal Revolusi Iran, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari. Foto: jurnas.com

Viral 12 Jam - Pemerintah Iran mengungkapkan, Pakistan harus membayar mahal karena sudah menyembunyikan gerilyawan yang diduga telah menghabisi 27 Pengawal Revolusi Iran dengan bom bunuh diri di dekat perbatasan negara itu awal pekan ini.

Hal itu disampaikan Kepala Pengawal Revolusi Iran, Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari saat menghadiri pemakaman korban bom bunuh diri itu, Sabtu (16/2/2019).
Ia menuduh saingan regionalnya, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab mendukung kelompok-kelompok militan Sunni yang menyerang pasukan Iran. Dia juga mengingatkan mereka bakal mendapatkan pembalasannya.

Baca: Australia Akui Gagal Sejahterakan Suku Aborigin

Namun dilansir Reuters, bahwa Pakistan, Arab Saudi dan UEA membantah sudah mendukung militan tersebut.

"Mengapa tentara dan badan keamanan Pakistan memberikan perlindungan kepada kelompok-kelompok anti-revolusioner ini? Pakistan tidak diragukan lagi akan membayar mahal," beber Jafari.

Jafari pun menyebut, pasukan Iran di wilayah itu memang rentan diserang oleh militan minoritas Muslim Sunni dalam beberapa bulan terakhir.

"Hanya dalam satu tahun terakhir, enam atau tujuh serangan bunuh diri dinetralkan tetapi mereka mampu melakukan yang ini," ujarnya kepada pelayat, yang memadati jalan-jalan di kota di Isfahan.

Baca: Israel Klaim Serangan Udara ke Suriah
Sementara kelompok Sunni Jaish al Adl (Tentara Keadilan), yang menyatakan pihaknya mencari hak lebih besar dan kondisi hidup lebih baik bagi etnis minoritas Baluchis, mengaku bertanggung jawab atas penyerangan itu.

"Pemerintah Saudi dan UEA yang berbahaya harus tahu bahwa kesabaran Iran telah berakhir dan kami tidak akan lagi mendukung dukungan rahasia Anda untuk para penjahat anti-Islam ini," tegas Jafari.

"Kami akan membalas darah para martir kami dari pemerintah Saudi dan UEA dan meminta Presiden (Hassan Rouhani) untuk membebaskan tangan kami lebih dari sebelumnya untuk operasi pembalasan," jelas Jafari kepada pelayat sambil meneriakkan takbir 'Allahu Akbar'.

Baca: Pentagon Resmi Tarik Pasukan AS dari Suriah

Otoritas Muslim Syiah Iran menyebut kelompok-kelompok militan beroperasi dari tempat-tempat yang aman di Pakistan dan sudah berulang kali meminta negara tetangga untuk menindaknya.

Pernyataan Jafari ini muncul di tengah naiknya ketegangan regional setelah Israel dan negara-negara Teluk Arab melalukan pertemuan puncak di ibukota Polandia, Warsawa pekan ini.

Pada pertemuan itu, Amerika Serikat mendesak para negara yang hadir keluar dari kesepakatan nuklir Iran tahun 2015./source
Topik: / / / /

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by Basri Matindas