Permadi Arya Melawan Facebook, Somasi Rp 1 Triliun

Pegiat media sosial Permadi Arya (Abu Janda)./Foto: CNN Indonesia

Viral 12 Jam - Penghapusan ratusan akun oleh Facebook, memicu gugatan dari pegiat media sosial Permadi Arya alias Abu Janda. Ia tidak terima halaman miliknya yang mempunyai 500 ribu pengikut dihapus Facebook karena dituduh menjadi bagian dari produsen fitnah Saracen.

Abu Janda pun melayangkan somasi sebesar Rp 1 triliun kepada CEO Facebook, Mark Zuckerberg pada Jumat (8/2/2019). Abu Janda memberikan tenggat waktu empat hari pada Facebook untuk membersihkan namanya dan mengembalikan akunnya yang telah dihapus.
Ia juga mengancam alabila dalam empat hari ke depan akunnya tak kembali, Abu Janda tak ragu membawanya ke meja hijau dan kepolisian soal UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Baca: Tuding Terlibat Saracen, Facebook Cabut Akun Abu Janda

Facebook sendiri telah memberikan pernyataan terkait penghapusan akun itu. Selain milik Arya, Facebook juga menghapus 207 halaman, 800 akun, 546 grup, dan 208 akun Instagram.

Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Gleicher, dalam keterangannya pada 31 Januari 2019 menyebut, para pemilik akun yang dihapus terindikasi terlibat dalam perilaku tidak otentik yang terkoodinasi di Facebook di Indonesia.

"Selain itu juga menyesatkan orang lain tentang siapa mereka dan apa yang mereka lakukan. Semua halaman, akun, dan grup ditautkan ke Grup Saracen, sindikat online di Indonesia," ujar Nathaniel.

Baca: Mark Zuckerberg Unggah Do'a di Ultah Ke-15 Facebook
Sebelum gugatan Arya, Facebook juga sempat digugat atas dugaan perkara penyalahgunaan data pribadi oleh Cambridge Analytica sebagai pihak ketiga. CA diduga memanfaatkan data untuk kampanye Pilpres Amerika Serikat 2016.

Sejak munculnya perkara itu pada Maret 2018, dilaporkan ada 87 juta pengguna Facebook yang bocor. Termasuk 1,096 juta (sekitar 1,3 persen) dari total pengguna berasal dari Indonesia.

Buntut kasus itu, Mark Zuckerberg pun harus memberikan keterangan terbuka di hadapan parlemen AS.

Baca: Banyak Isu Privasi Pengguna, Facebook Angkat Bicara

Sementara itu, Facebook Indonesia pun sempat melakukan rapat dengar pendapat dengan DPR untuk menerangkan dugaan kebocoran data itu. Facebook bantah ada pihak yang menembus sistem keamanan platform mereka.

Lalu, ICT Institute dan Lembaga Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Informasi Indonesia sebagai pihak penggugat di PN Jakarta Selatan menuntut Facebook dan CA membayar ganti rugi materiil Rp 21,9 miliar dan imateriil Rp 10,9 triliun atas pindahnya data pengguna itu./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite