RUU Permusikan, Giring Nidji: Kreativitas Tak Bisa Diregulasi

Giring Nidji setelah menonton film Incredibles 2 bersama keluarga di Lippo Mall Puri, Jakarta Barat, Kamis (7/6/2018)./Foto: KOMPAS.com

Viral 12 Jam - Jubir Partai Solidaritas Indonesia, Giring Ganesha menilai bahwa draf Rancangan Undang-undang Permusikan akan berpotensi mengganggu kreativitas dalam berkarya.

“Kita lihat, fokus RUU Permusikan itu meregulasi masalah kreativitas. Kreativitas itu enggak bisa diregulasi, kreativitas itu enggak bisa ditahan,” bebernya dalam siaran pers, Kamis (7/2/2019).
Giring menilai, seharusnya DPR membuat RUU yang memberi perlindungan terhadap hak-hak pelaku industri dunia musik, bukan membatasi kreativitas.

Baca: Ratusan Musisi Sepakat Tolak RUU Permusikan

Ia mencontohkan, salah satu hal yang harusnya diatur dalam RUU permusikan adalah mengenai kontrak antara musisi dan event organizer.

“Contoh paling simpel, misalnya, EO mau ngundang artis. Artis itu berhak diberi DP 50 persen sebelum tanggal main dan 100 persen sebelum dia naik ke atas panggung," jelas mantan vokalis band Nidji itu.

"Jangan sampai artis sudah naik ke panggung belum dapat DP dan begitu turun panggung EO-nya lepas tangan,” imbuh caleg DPR RI dari Dapil Jabar 1 ini.

Baca: Kunto Aji Rilis Video Klip dari 1.246 Video Penggemar

Sementara caleg PSI lain, Indra Budi Sumantoro, menyebut RUU yang sudah masuk dalam daftar prolegnas itu bisa memunculkan tumpang tindih peraturan perundang-undangan apabila disahkan menjadi sebuah Undang-Undang.
Karena sudah ada UU No. 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. "Permusikan tercakup di sana. Diatur di dalam peraturan pemerintah kan bisa, enggak perlu kemudian jadi UU lex specialis,” terang caleg DPR RI dari Dapil Jawa Tengah VIII itu.

Diberitakan sebelum ini, sebanyak 260 musisi menyatakan menolak pengesahan Rancangan Undang-Undang Permusikan. Ratusan musisi dari berbagai genre itu tergabung dalam Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan.

Baca: Ikuti BTS, BLACKPINK Akan Tampil di Good Morning America

Kompas.com, Senin (4/2/2019) melaporkan, koalisi menilai tak ada urgensi untuk DPR dan pemerintah membahas dan mengesahkan RUU Permusikan menjadi Undang-Undang.

Draf RUU Permusikan dinilai mempunyai banyak masalah yang berpotensi membatasi, menghambat dukungan perkembangan proses kreasi, dan justru merepresi para pekerja musik.

Para musisi mempermasalahkan terdapat pasal karet hingga keberpihakan RUU tersebut pada industri besar./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite