Siaga DBD, Pemkot Jambi Gelar Berantas Massal Sarang Nyamuk

Foto: Antara

Viral 12 Jam - Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menetapkan wilayahnya menjadi Siaga Demam Berdarah Dengue menyusul tingginya kasus DBD di kota tersebut.

Wakil Walkot Jambi, Maulana, Rabu (6/2/2019) mengatakan, cepatnya peningkatan kasus DBD di Kota Jambi dipengaruhi lantaran lambannya pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Sarang nyamuk cenderung meningkat di Kota Jambi menyusul curah hujan yang masih tinggi. Sementara gerakan PSN di permukiman warga terkesan lamban. Akibatnya nyamuk Aedes Aegypti penyebab DBD cepat berkembang,” ungkap Maulana.

Baca: Profesor di Inggris Minta Instagram Blokir Konten Obat Diet

“Saat ini Pemkot Jambi siaga DBD. Untuk menekan kasus DBD, gerakan PSN di kota ini dilakukan secara massal di seluruh wilayah kota. PSN dilakukan dengan cara fogging, pembersihan barang-barang penampung air, bak mandi, drainase dan pembagian abatie. PSN melibatkan jajaran dinas kesehatan, kader-kader juru pemantau jentik nyamuk (jumantik) dan pos pelayanan kesehatan terpadu,” ujarnya.

Lalu, Kabid Bina Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Eva Susantidi Jambi, Rabu (6/2/2019) mengatakan, kasus DBD di Kota Jambi sekarang ini tertinggi di Provinsi Jambi.

Baca: Ahli Gizi: Sejak MPASI, Anak Sudah Harus Diberikan Protein
Dari kisaran 302 kasus DBD se-Provinsi Jambi medio Januari - awal Februari ini, sebanyak 118 kasus ada di Kota Jambi. Kasus di wilayah ini telah menelan dua korban jiwa.

Ia melanjutkan, kasus tertinggi kedua terdapat di Kabupaten Tanjungjabung Barat, yakni sekitar 44 kasus. Sedang di Kabupaten Bungo (36 kasus) satu meninggal, Muarojambi dengan 26 kasus, Batanghari, Tanjungjabung Timur dan Tebo (22 kasus masing-masing).

Kemudian kasus DBD di Kabupaten Sarolangun sebanyak 6 kasus, Kerinci ada 3 kasus, sedang Kota Sungaipenuh (2 kasus) dan Merangin (satu kasus).

Baca: Kesehatan: Tips Diet Sehat Ala Mahasiswi Ilmu Gizi IPB

Menurut Eva, peningkatan kasus DBD di Provinsi Jambi sejak Januari-Februari tembus 207 persen dibanding total kasus tersebut di medio Januari - Februari 2018 sekitar 146 kasus.

“Selama musim hujan di Jambi sejak Oktober tahun lalu, banyak genangan air di sekitar permukiman warga. Warga masih kurang proaktif melakukan PSN dan membasmi jentik nyamuk. Kondisi tersebut membuat nyamuk Aedes Aegipty penyebar DBD cepat berkembang,” katanya./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite