Venezuela Gelar Latihan Perang Terbesar Antisipasi Invasi AS

Venezuela menggelar latihan perang terbesar di tengah kekhawatiran adanya invasi dari Amerika Serikat./Foto: Twitter @PresidencialVen

Viral 12 Jam - Kepala Negara Venezuela Nicolas Maduro Moros resmi menggelar latihan perang terbesar dalam sejarah negara itu pada Minggu (10/2/2019) waktu setempat.

Ini terjadi usai ada kekhawatiran bahwa Amerika Serikat (AS) akan melakukan invasi militer guna mendukung pemimpin oposisi Juan Guaido yang menyatakan diri sebagai presiden interim.
Maduro mengatakan, manuver besar ini bakal berlangsung hingga 15 Februari nanti dan akan menjadi latihan paling utama dan penting yang pernah digelar negara selama 200 tahun terakhir.

Baca: Israel Ikut AS Dukung Presiden Venezuela dari Pemimpin Oposisi

Presiden terpilih pada pemilu 2018 ini menyebut Angkatan Bersenjata Venezuela siap mengusir setiap potensi invasi asing seperti AS dan sekutu yang mendukung Guaido sebagai presiden.

"Kita harus bersiap untuk membela kedaulatan (Venezuela), integritas teritorial, kemerdekaan," jelasnya, seperti dikutip Russia Today, Senin (11/2/2019).

Guaido sendiri pada Jumat lalu menolak untuk mengesampingkan memberikan izin intervensi militer AS guna menggulingkan Maduro. Hal itu pun menuai kecaman dari sejumlah pemimpin Amerika Latin dan politisi AS.

Baca: Tiongkok Umumkan Travel Warning ke Amerika Serikat
“Kami menolak pernyataan oleh Juan Guaido yang memproklamirkan dirinya sendiri, yang menyambut baik intervensi militer AS di Venezuela,” tulis Presiden Bolivia Evo Morales di akun Twitter.

Anggota Kongres AS, Ro Khanna mengecam pernyataan Guaido yang mengizinkan intervensi militer AS ke negara tersebut.

"Guaido, Anda dapat memproklamirkan diri sebagai pemimpin Venezuela, tetapi Anda tidak bisa mengesahkan intervensi militer AS," jelas Khana.

"Hanya Kongres AS yang dapat memberikan izin untuk melakukan pengiriman pasukan ke luar negeri dan kami tidak akan (melakukannya)." imbuhnya.

Baca: AS Peringatkan Warganya Supaya Tak Pergi ke Tiongkok

Sebelumnya, tampak dari satelit menujukkan militer Venezuela telah mengaktifkan sistem pertahanan rudal S-300 buatan Rusia. ImageSat International (iSi), perusahaan satelit berbasis di Israel mengungkap aktivitas itu.

Sementara Presiden AS, Donald Trump sempat mengesampingkan negosiasi dengan Presiden Maduro. "Mengirim militer AS ke Venezuela adalah sebuah pilihan," ujarnya, pekan lalu.

Rusia, Tiongkok, Meksiko, Turki dan negara lain berdiri di belakang Maduro dan mendesak dialog damai demi menyelesaikan krisis. Sementara itu Prancis, Jerman dan Spanyol dari blok Uni Eropa mendukung Guaido.

Pemerintah Venezuela menuduh AS ikut campur urusan dalam negeri dengan harapan mendapat untung dari cadangan minyaknya yang tercatat terbesar di dunia./source

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by goomsite