DOWNLOAD Viral 12 APK Gratis

PLTA Batangtoru Menang Gugatan, Pembangunan Dilanjutkan

Foto: Kompas.com

Viral12jam.xyz - Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan memutuskan menolak seluruh gugatan yang diajukan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumatera Utara.

Hakim menyatakan, keputusan tersebut sudah sesuai bukti-bukti dan keterangan-keterangan saksi di persidangan.

"Menyatakan eksepsi tergugat tidak diterima dan menolak gugatan penggugat seluruhnya, serta menghukum penggugat membayar biaya perkara," sebut hakim Jimmy Claus Pardede, sambil mengetuk palu, Senin (4/3/2019).

Vice President Communications and Social Affairs PT North Sumatera Hydro Energy (PT NSHE), Firman Taufick mengapresiasi putusan hakim itu.
Baca: Listrik Gratis: 309 Rumah di Muara Gembong Tersambung

Pihaknya, kata Firman, bakal melanjutkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Batangtoru lantaran proyek ini adalah proyek esensial yang sangat dibutuhkan.

"Baik Sumatera Utara, Indonesia, barangkali lebih dari itu juga dunia. Kenapa? Karena ini adalah salah satu PLTA dengan kapasitas cukup besar yaitu 510 megawatt," bebernya dalam konfrensi pers di Medan, Senin siang.

Ia pun mengatakan, selama hampir empat bulan mengikuti proses persidangan pihaknya banyak menerima masukan dari para pegiat lingkungan dan perusahaan terbuka untuk bersama-sama membuat program mitigasi.

Baca: Jokowi Bagikan 13.900 Hektare SK Kepada 8.900 KK di Cianjur

PLTA Batangtoru telah melaksanakan kajian rekomendasi Environmental and Social Impact Assesment. Ini yang kata Firman membuat PLTA Batangtoru menjadi yang pertama di Indonesia yang melaksanakan Equatorial Principle.
"Alhamdulillah, semua prosedur yang kami lakukan dalam konteks untuk mendapatkan izin AMDAL sudah benar, sudah kita lalui," ujarnya.

"Ini antara Walhi dengan Gubernur Sumut, kami sebenarnya tidak terkait langsung. Mungkin pertanyaan ini lebih relevan kalau ditujukan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Apa yang akan mereka persiapkan jika nanti menghadapi proses banding tersebut," terang Firman.

Baca: Presiden IFAD Puji Program Dana Desa di Era Jokowi

"Kami akan menunggu semua proses yang akan dilakukan polisi apa pun hasilnya. Kami sebagai masyarakat Indonesia tunduk terhadap keputusan dan ketentuan hukum. Kami mengajak semua pihak yang punya kepedulian terhadap Batangtoru untuk saling sumbang saran membuat program kongkrit menjaga ekosistem Batangtoru tetap baik untuk kita semuanya," kata Firman.

Indonesia pun telah berjanji dan meratifikasi perjanjian Paris untuk ikut serta dalam program perubahan iklim, salah satunya dengan menggunakan sumber energi terbarukan untuk mengganti bahan bakar fosil.

"Ini sama dengan empat persen target sektor energi Indonesia pada 2030. Bagi Sumut akan berdampak signifikan karena berdasarkan data World Resources Institute, Sumut adalah salah satu provinsi penghasil emisi tertinggi di Indonesia," bebernya.

"Intinya kami konsen terhadap lingkungan, secara fungsional akan menggantikan fungsi PLTD di Sumut, dan harapannya memberikan dampak langsung ekonomi dan energi bagi masyarakat di Sumut," tutup Firman./source
Topik: / / /

Kabar Viral Lainnya

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda sesuai dengan topik berita pada halaman ini. Komentar yang baik sangat berharga bagi kami.
Buka Komentar
© 2019 Viral 12 Jam / Template by Basri Matindas